Minggu, 19 Januari 2014


BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Asuhan gizi di rumah sakit dan dimasyarakat mempunyai peranan penting dalam asuhan pasien secara komperhensif ,yang berkaitan dengan angka penyembuhan.salah satu factor penting yg mempengaruhi keberhasilan upaya  perbaikan gizi adalah keadaan ketenagaan gizi yang ada dan
Perubahan pola hidup menyebabkan pola penyakit berubah, dari penyak itinfeksi dan penyakit rawan gizi ke penyakit-penyakit degeneratif  akut seperti penyakit jantung , tetapi dengan bertambah majunya fasilitas kesehatan dan pengobatan dapat diperkirakan jumlah penderita  penyakit jantung akan bertambah setiap tahunnya. Keluhan umumnya tidak khas seperti keringat dingin, nyeri dada, sakit pada ulu hati. Keluhan biasanya  dada sakit. perut kanan atas (ulu hati) dirasakan sakit. suhu badan  36o
Penyakit jantung terjadi akibat proses berklanjutan. Dimana jantung secara berangsur kehilangan kemampuannya untuk melakukan fungsinya secara normal. Pada awal penyakit, jantung mapu mengkompensasi ketidakefisiensian fungsinya.dan mempertahankan sirkulasi darah normal. Melaluli pembesaran dan peningkatan denyut nadi.
Dalam keadaan tidak terkompensasi , sirkulasi darah yang tidak normal menyebabkan sesak napas (dispnea). Rasa lelah dan rasa sakit di daerah jantung. Berkuarangnya aliran darah dan menyebabkan kelainan pada ginjal ,hati ,tekakan darah otak ,yang berakibat 

B.       Tujuan
1.         Tujuan Umum
Mahasiswa mampu membuat perencanaan, melaksanakan intervensi dan kegiatan monitoring serta pelayanan gizi pada Rumah Sakit Bahteramas Kendari.
2.         Tujuan Khusus
a.       Mampu menilai status gizi pasien secara objektif (Antropometri (A), Biokimia (B), Clinik (C) dan Diet (D).
b.      Mampu menilai status gizi pasien secara objektif.
c.       Mampu menghitung kebutuhan gizi makro pasien dengan penyakit tertentu.
d.      Mampu menjelaskan NCP sebagai suatu model terapi diet.
e.       Mampu menentukan diagnosa gizi berdasarkan domain intake, domain klinik dan domain behavior.
f.       Mampu mengkaji data pasien penyakit degeneratif di Rumah Sakit.
g.      Mampu merencanakan terapi diet pasien penyakit degeneratif di Rumah Sakit.
























BAB II
 GAMBARAN UMUM PASIEN/KASUS
1.      Identitas Pasien
Nama             : Tn. M.A
No.RM                  : 388066
Umur             : 72 tahun
Ruang                    : Anggrek D/2
Jenis kelamin : laki-laki
Status kepesertaan : ASKES
Pekerjaan       : TNI ( pension)
Tanggal Masuk      : 22/2/2013 (19.30 WITA)
Pendidikan     : SMP
Tanggal Kasus       : 24/2/2013
Agama           : Islam
Alamat                   : kemaraya ,kendari

Diagnosa medis     : Jantung

2.      Riwayat Penyakit
Keluhan utama
Keringat dingin, Nyeri dada, Sakit pada ulu hati
Riwayat penyakit sekarang
Sembelit
Riwayat penyakit dahulu
Tidak ada
Riwayat penyakit keluarga
Tidak ada

3.      Riwayat Gizi
Data sosio ekonomi
Penghasilan Cukup
Suku Bugis Palopo
Aktifitas fisik
Jumlah jam kerja (cukup)
Jumlah olahraga  (-)
Jumlah jam tidur 12 jam
Ringan ( duduk, baring )
Alergi makanan
Tidak ada
Masalah gastrointestinal
Sembelit , atau susah buang air besar
Penyakit kronik
-
Kesehatan mulut
Sulit menelan (-), stomatitis (-), gigi lengkap (-)
Pengobatan
Vitamin/mineral/suplemen gizi lain  tidak ada
Frekuensi dan jumlah tidak ada
Riwayat pola makan
Makanan pokok 3 kali sehari, lauk hewani 3 kali sehari, lauk nabati 3 kali sehari , sayur 2 kali sehari, buah 5 kali sehari, menggunakan piring ceper, 2 centong nasi setiap kali makan.



























BAB III
GAMBARAN UMUM PENYAKIT KASUS
1.        Diet Penyakit Jantung
Gambaran umum
Penyakit jantung terjadi akibat proses berklanjutan. Dimana jantung secara berangsur kehilangan kemampuannya untuk melakukan fungsinya secara normal. Pada awal penyakit, jantung mapu mengkompensasi ketidakefisiensian fungsinya.dan mempertahankan sirkulasi darah normal. Melaluli pembesaran dan peningkatan denyut nadi.
Dalam keadaan tidak terkompensasi , sirkulasi darah yang tidak normal menyebabkan sesak napas (dispnea). Rasa lelah dan rasa sakit di daerah jantung. Berkuarangnya aliran darah dan menyebabkan kelainan pada ginjal ,hati ,tekakan darah otak ,yang berakibat  terjadinya resorpsi natrium.hal ini akhirnya menimbulkan edema .penyakit jantung menjadi akut bila disertai infeksi.
2.      Faktor- faktor Resiko
Selama beberapa tahun , zat yang terdapat pada darah mengendap sedikit demi sedikit pada lapisan intima, bagian dalam dinding pembuluh-pembuluh nadi . pembuluh-pembuluh ini sama dengan pipa air yang digunakan beberapa tahundan telah mengendapkan garam , kotoran-kotoran dan zat lain didalamnya.akibatnya air yang mengalir semakin sedikit. Setiap pembulu darah menghadapi resiko penyempitan.









BAB IV
PROSES ASUHAN GIZI (NCP)
1.        Assessmen gizi
a.         Antropometri
Tabel 1. Pengukuran antropometri pasien
Tinggi Badan
Berat Badan
172 cm
67 kg

IMT     =
=
= 23,13 kg/
b.         Biokimia
Tabel 2. Hasil Laboratorium pasien saat masuk rumah sakit
Awal masuk Rumah Sakit
Nilai normal
Hb               7,8
L : 13 g/dl,    P : 12 g/dl
Hematokrit  22,5
L : 42 - 53,      P : 38 - 46
GDS            109
<200 mg/dl
Chol total    169
<200 mg/dl
Trigliserida  123
<150 mg/dl
LED             55


c.         Klinik
Vital sign : - Tensi 
-   Suhu 36,1˚C

d.        Dietary + riwayat personal
Berdasarkan riwayat pola makan, asupan cukup 5× sehari namun jumlah kalori kurang dari total kebutuhan yang di perlukan , dan asupam lemak , hidrat arang, protein sudah sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.



2.        Diagnosa gizi
Ø  Doamain intake:
-          NI-1.4 ( kekurangan intake energy ), dari data riwayat personal mengalami ketidak cukupan energy intake dari diet dibandingan dengan kebutuhan .
-          NI-53.5 ( Kekurangan intake serat )
-          NI-55.1 ( kekurangan intake mineral spesifik) dari data biokimia didapat Hb darah sebesar < 13 gr / dl
Ø  Domain clinik :
-        NC – 1.4 (Perubahan fungsi gastrointestinal) dari riwayat penyakit  , ada menglami konstipasi.
Ø  Domain behavioral :
-        Tidak ada

3.   Intervensi gizi
1.    Perencanaan Menu
Dapat dilihat pada lampiran : 1.1
Tabel 3. Perencanaan menu pasien ,Diet  jantung 1529 kkal
waktu
Manu makan
Berat (g)
Energi
(kkal)
Protein
(g)
Lemak
(g)
Karbo hidrat
(g)
Pagi
Bubur nasi
100
182
7.3
0,3
77,6
Telur rebus
30
48,8
3,8
3,5
0,2
Snek pagi
Pisang kepok
50
58,0
0,4
0,1
15,8
Teh
5
6,6
0
0
3,4
Gula pasir
 10
36,4
0
0
9,4
Makan siang








Nasi
100
359
7,5
0
77,6
Ikan  kakap
50
42,0
9,1
0,4
0
Daun melinjo
20
19,8
1
0,3
4,3
Kacang panjang
20
8,8
0,5
0,1
1,6
Tahu
45
30,6
3,5
2,1
0,7
Kecap
5
2,3
0,3
0,1
0,5
Pisang kepok
50
58.0
0,4
0,1
15,6
Snek sore
Pisang kepok
50
58.0
0,4
0,1
15,6
Makan sore



Nasi putih
100
360
6,6
0,7
78,9
Bayam
10
3,6
0,4
0,1
0,7
Wortel
10
4,2
0,1
0
0,9
Ikan kakap               
60
50,6
10,9
0,4
0
Semangka
100
28,0
0,5
0,2
6,9
Snek malam
Pisang kepok
50
58.0
0,4
0,1
15,6
Total


1591
73
10,1
325

Energi             :    1591,0 kkal
Protein            :    70,07 gr
Lemak             :    10,1, 95 gr
Karbohidrat    :    325,27 gr

a.         Tujuan Diet
1. Memeberikan makanan secukupnya tanpa memberat-
    kan kerja jantung
2. Menurunkan berat badan bia penderita terlalu gemuk
3. Mencegah/menghilangkan penimbunan garam/air

b.         Syarat diet

1.     Kalori rendah, terutama bagi penderita terlalu gemuk
2.     Protein dan lemak sedang
3.     Cukup vitamin dan mineral
4.     Mudah cerna, tidak merangsang dan tidak menimbul- kan gas
5.     Porsi kecil dan diberikan sering

6.     Rendah garam bila ada tekanan darah tinggi dan/atau  edema


c.         Bentuk Diet
Bentuk diet penyakit jantung adalah makanan , rendah garam dan rendah lemak , serta makanan tinggi akan serat karena pasien mengalami konstipasi
d.    Frekuensi pemberian
Frekuensi pemberian diet penyakit jantung  adalah 5× sehari dengan jadwal 3 × makan utama dan 2 × makan selingan
e.       Perhitungan kebutuhan zat gizi
·           Berat badan ideal
= (TB – 100) – 10 % ( TB – 100)
= (172 - 100 ) - 10 % (170-  100)
=  72 - 7
=  65 kg ,                   (sumber : Pedoman Pelayanan Dietetik RS, Depkes oleh RSSA, 2008 dalam Nutrition Kit)
·           RBW =
          =

          =
          = 93,0 % ,  status gizinya yaitu NORMAL  (RBW < 110%)
(sumber : Pedoman Pelayanan Dietetik RS, Depkes oleh RSSA, 2008 dalam Nutrition Kit)


·         BEE =  Laki-laki = 66 + (13,5 × BB ) + ( 5 × TB ) – ( 6,8 U )
=  66 + ( 13,5 × 67) + ( 5 × 172 ) – (6,8 – 70 )
=  66 + 904,5 + 850 – 489,6
keterangan
=1330,0
FA
KU
FS
1,1
5%
1,1
·         TEE  =  Energi Basal + FA + FS – KU
= 1330,0 + 1,1 + 1,1 – 5%
= 1609,3 – 80
=  1529,0 kkal  

·         P     =    = 95,5 gr

·         L       =  =  25,95 gr

·         KH = =  229,0 gr

f .   Makanan yang boleh di berikan :
·         Sumber karbihidrat, seperti : beras, tales, kentang, makaroni, mie, bihun, roti, biscuit  tepung-tepungan, dan gula
·         Sumber protein hewani, seperti :  daging sapi kurus, ayam, bebek, ikan, telur, dan susu dalam jumlah terbatas
·         Sumber protein nabati , seperti : kacang-kacangan keringseperti tahu, tempe, dan    oncom
·         Sumber lemak, seperti, seperti :    Minyak, margarine, mentega sedapat mungkin tidak digunakan untuk menggoreng, kelapa dan santan    encer dalam jumlah terbatas
·         Sayuran, seperti, seperti :    sayuran yang tidak menimbulkan gas, seperti bayam,    kangkung, buncis, kacang panjang, tauge, labu siam, oyong, wortel, dsb
·         Buah-buahan, seperti : Semua buah kecuali nangka dan durian hanya boleh    dalam jumlah terbatas
·         Bumbu, seperti :    pala, kayu manis, asam, gula, garam, bawang merah,    bawang putih, dan bumbu dapur
·         Minuman seperti :    Teh encer, coklat encer, sirup d    terbatas an susu dalam jumlah
g.      Makanan yang dibatasi :
·         Sumber karbohidrat, seperti : kue yang terlalu manis dan gurih, seperti cake, tarcis,    dodol, dan sebagainya
·         Sumber protein seperti : daging berlemak
h.      Makanan yang tidak diperbolehkan :
·         Sumber protein, seperti : Semua daging berlemak banyak, hati, sosis, dan jeroan
·         Sumber lemak, seperti :    Santan kental
·         Sayuran, seperti :    Sayuran yang menimbulkan gas, seperti kol, sawi, dll
·         Bumbu, seperti : Cabe dan bumbu lain yang merangsang
·         Minuman seperti : Kopi, teh kental dan minuman yang mengandung soda

i.           Hal – hal lain :
·         Untuk menjaga kesehatan jantung, maka perlu dilakukan   olah raga disamping berdiit. Bentuk olah raga dan lama- nya berolah raga disesuaikan dengan kemampuan tubuh   dan minta petunjuk kepada dokter yang merawat
·         Selain itu perlu juga dihindari atau dikurangi faktor pen-    cetus penyakit jantung, misalnya : merokok dan stress
4.    Implementasi Gizi
1     Kajian terapi diet rumah sakit
Jenis diet                  :   diet jantung 1529 kkal
Bentuk makanan      : Makanan biasa Rendah lemak
Cara pemberian        :  oral
Nilai gizi                   :
        

         Tabel 4. Nilai gizi makanan yang diberikan rumah sakit ( Dapat dilihat pada lampiran 2.1)
Implementasi
Energi
Protein
Lemak
Karbohidrat
Asupan
1552,4
56,5
20,2
284,5
Kebutuhan
1529,0
95,56
25,95
229,0
Persentase
110,5 %
60 %
77,84 %
124.23 %


2.      Standar menu Rumah Sakit
Pagi               :    Bubur, Telur ayam, sayuran, 
Snack             :    pisang kepok
Siang             :    Bubur / nasi, lauk hewani, lauk nabati, sayuran, buah.
Sore               :    Bubur / nasi, lauk hewani, lauk nabati, sayuran, pepaya
Snack malam :    pisang

4.      Monitoring & Evaluasi
Dapat di lihat pada lampiran: 3.1, 3.2, 3.3
Tabel 5. Hasil perkembangan pasien selama 3 hari perawatan
Tanggal
Perkembangan BB & status gizi
Perkembangan asupan makanan & zat gizi
Perkembangan sikap & pengetahuan pasien
27 /2/2013
BB : 72 kg
% asupan
E    : 63,324%
P    : 46 %
L    : 86,4%
KH : 73,4%
S : baik
P : baik
28/2/2013
BB : 72 kg
% asupan
E    : 81, 41%
P    : 54, 73%
L    : 92, 8%
KH :97,8%
S : baik
P : baik
29/2/2013
BB :72 kg
% asupan
E    : 68,34%
P    : 47,36%
L    : 40 %
KH : 83,40 %
S : baik
P : baik
Catatan :
·         Penilaian perkembangan sikap melalui kriteria objektif dengan skala ordinal :
                    Baik      : bila skor ≥ 50
                    Kurang         : bila skor <50 (Arikunto,1996; Krisyantono. R, 2007)
·         Penilaian perkembangan pengetahuan melalui kriteria objektif dengan skala ordinal       :
Baik      : bila skor ≥ 50
               Kurang         : bila skor <50 (Arikunto,1996; Krisyantono. R, 2007)
·         Skor  total : 100
·         Setiap pertanyaan memiliki skor 25. Jawaban yang tepat akan mendapat skor 25 dan setiap jawaban yang tidak tepat mendapat skor 0 (nol).
·         S            : sikap
·         P           : pengetahuan










BAB V
PEMBAHASAN
1.        Intake zat gizi
a.    Energi
Evaluasi zat gizi digunakan untuk mengetahui asupan zat gizi pasien selama pengamatan.Hasil tersebut didapat dari pengamatan asupan makan pasien selama 3 hari di RSUD.Bahretamas.Dari pengamatan yang telah dilakukan diperoleh hasil asupan energi yang telah dimasukan kedalam grafik. Grafik asupan energi dapat dilihat sebagai berikut:
Grafik 1. Asupan energi pasien selama asuhan gizi


Dari grafik diatas dapat diketahui bahwa asupan makan pasien tanggal 27/2/2013 belum sesuai dengan kebutuhan. Secara umum dapat diketahui bahwa tingkat asupan energi pasien selama 3 hari tidak stabil dari hari ke hari, hal ini dapat dilihat dari naik turunnya asupan pasien dari hari ke-1 sampai hari ke-3.Hal ini dikarenakan karena malasnya pasien dalam mengkonsumsi makanan yang di sediakan Rumah Sakit.Secara umum rata-rata asupan energi pasien selama 3 hari asupan gizi adalah 1133,3 kkal dan masih berada di bawah kebutuhan namun tidak terlalu signifikan yang seharusnya yaitu 1529,0 kkal.



b.      Protein
Protein mempunyai fungsi khas yang tidak dapat digantikan oleh zat gizi lain, yaitu membangun serta memelihara sel-sel dan jaringan tubuh. Dari pengamatan yang telah dilakukan diperoleh hasil asupan protein yang telah dimasukan kedalam grafik. Grafik asupan protein dapat dilihat sebagai berikut:
Grafik 2. Asupan Protein selama di asuhan gizi


Dari grafik 2 diatas dapat diketahui bahwa kebutuhan protein sebesar 95,5 gram dan asupan makan pasien pada hari ke-1 sampai ke-3 sifatnya cukup konsisten/ fluktuatif, sama seperti halnya asupan energi. Pada hari ke-1 sampai hari ke-3 asupan protein sudah cukup memuaskan . Secara umum rata-rata asupan protein pasien selama 3 hari  adalah 46, 9 gram dan asupan protein  gizi  masih kurang dari harapan yakni sebesar 95 gram .









c.     Lemak
Evaluasi lemak digunakan untuk mengetahui asupan zat gizi lemak pasien selama pengamatan.Dari pengamatan yang telah dilakukan diperoleh hasil asupan lemak yang telah dimasukan kedalam grafik. Grafik asupan lemak dapat dilihat sebagai berikut:
Grafik 3. Asupan Lemak selama Asuhan Gizi


            Berdasarkan Grafik 3 diatas dapat diketahui bahwa asupan lemak selama 3 hari pengamatan cukup bagus dan  konsisten, walaupun sempat mengalami sedikit penurunan asupan, di hari ke-3  dan asupan lemak masih sangat rendah dibawah kebutuhan yang seharusnya yaitu  25 gram.
Secara umum rata-rata asupan lemak pasien selama 3 hari asuhan gizi adalah 18 gram dan masih berada di bawah kebutuhan yang seharusnya yaitu  25 gram.

d.    Karbohidrat
Evaluasi karbohidrat digunakan untuk mengetahui asupan zat gizi karbohidrat pasien selama pengamatan.Dari pengamatan yang telah dilakukan diperoleh hasil asupan karbohidrat yang telah dimasukan kedalam grafik. Grafik asupan karbohidrat dapat dilihat sebagai berikut:
Grafik 4.  Asupan karbohidrat selama Asuhan Gizi

Berdasarkan grafik 4 diatas dapat diketahui bahwa selama 3 hari Asuhan Gizi, asupan karbohidrat pasien secara umum  sudah cukup dari yang seharusnya, dimana kebutuhan karbohidrat pasien adalah 229,0 gram, sementara itu jumlah asupan karbohidrat berturut-turut dari hari-1 sampai hari ke-3 adalah sebesar 168 gram, 224 gram dan 191 gram. Hal ini terjadi karena selama dirawat pasien menghabiskan makanan yang disediakan  dan pasien mengerti akan pentingnya makanan sebagai salah satu faktor penunjang penyembuhan-nya . Secara umum rata-rata asupan karbohidrat pasien selama 3 hari   adalah  194 gram dan masih berada di bawah kebutuhan yang seharusnya yaitu 229,0 gram.
2.         Status gizi pasien
Pengukuran antropometri pada awal studi kasus dilakukan untuk mengetahui status gizi pasien. Status gizi pasien ditentukan berdasarkan parameter Relatif Massa Tubuh (RBW). Klasifikasi RBW dibagi menjadi 4, yaitu
-     Status Gizi Kurang ( <90% )
-     Status Gizi Normal ( 90-110%)
-     Status Gizi gemuk (>110%) dan
-     Status Gizi Obesitas (>120%).

Berat badan pasien pada awal pengamatan tanggal 27-februari yaitu 72 kg dengan tinggi badan 172 cm. Pengukuran selanjutnya dilakukan di akhir pengamatan yaitu tanggal 1-Maret, hasil pengukuran tidak terdapat perubahan pada berat badan maupun tinggi badan dimana berat badan tetap 67 kg sementara itu pada tinggi badan tetap 172 cm.
Tabel 6. Perkembangan Status Gizi setelah 3 hari
Tanggal Pengamatan
TB (cm)
BB (kg)
IMT
Status Gizi
27- februari-2103
172
67
23,13
Normal
1-Maret - 2013
172
67
23,13
Normal
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa setelah dilakukan asuhan gizi selama 3 hari berturut-turut, tidak terjadi perubahan pada status gizi pasien.status gizi berdasarkan Rumus RBW pada hari pertama pengukuran adalah Status Gizi normal(<110%) dan pada Hari ketiga status gizi pasien tidak berubah dimana status gizi tetap  normal ( < 110%) dengan demikian tidak terdapat perubahan/ peningkatan berat badan pasien. Rumah Sakit yang tentu saja dapat berimplikasi langsung terhadap perubahan berat badan pasien dimana berat badan merupakan faktor penentu status gizi .

3.        Sikap dan pengetahuan tentang diit
                 Perkembangan sikap dan pengetahuan pasien tentang diit pada hari pertama sampai hari terakhir adalah sebagai berikut :
Tabel.8 Perkembangan sikap dan pengetahuan pasien tentang diit
Evaluasi perkembangan
Tanggal
27/2/2013
28/2/2013
29/2/2013
Sikap
Baik (75)
Baik (75)
Baik (75)
Pengetahuan
Baik (75)
Baik (75)
Baik (75)
Catatan :
·         Penilaian perkembangan sikap melalui kriteria objektif dengan skala ordinal :
                    Baik           : bila skor ≥ 50
                    Kurang      : bila skor < 50 (Arikunto,1996; Krisyantono. R, 2007)
·         Penilaian perkembangan pengetahuan melalui kriteria objektif dengan skala ordinal :
      Baik           : bila skor ≥ 50
                    Kurang      : bila skor < 50 (Arikunto,1996; Krisyantono. R, 2007)
·         Skor  total : 100
·         Setiap pertanyaan memiliki skor 25. Jawaban yang tepat akan mendapat skor 25 dan setiap jawaban yang tidak tepat mendapat skor 0 (nol).

Evaluasi perkembangan dilakukan dengan metode tanya jawab. Untuk menilai perkembangan sikap dan pengetahuan, pasien dan keluarga pasien diberikan pertanyaan seputar kasus. Dari jawaban pertanyaan yang diberikan diperoleh hasil bahwa sikap pasien dan keluarga pasien seputar kasus menunjukkan perkembangan. Hal ini dikarenakan pasien dan keluarga pasien mulai bereaksi terhadap penyakit yang dialami pasien. Keluarga pasien sudah mulai tegas dalam menghadapi dan mengawasi sikap pasien dalam hal memilih makanan yang dikonsumsi pasien. Keluarga pasien membatasi keinginan pasien untuk mengkonsumsi makanan yang tidak dianjurkan bagi penyakit diabetes mellitus yang diderita pasien.
Dalam hal pengetahuan, pasien dan keluarga pasien memiliki tingkat pengetahuan yang baik seputar penyakit  jantung yang diderita pasien dan makanan yang dianjurkan serta tidak dianjurkan bagi penderita jantung . Hal ini karena pasien dan keluarga pasien selalu mencari tahu informasi seputar penyakit yang diderita pasien.
Sejalan dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Notoatmodjo bahwa sikap akan diikuti atau tidak oleh suatu tindakan, sangat tergantung pada tinggi rendahnya pengetahuan dan pengalaman seseorang tentang suatu objek.


















BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
1.        Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada pembahasan maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
a.       Intake zat gizi pasien berdasarkan hasil pengamatan ah cukup .
b.      Selama asuhan gizi tidak terdapat perkembangan antropometri dan status gizi pasien dimana berat badan awal dan akhir tetap.
c.       Sikap dan pengetahuan pasien dan keluarga pasien seputar diit mengalami perkembangan yang baik.
2.      Saran
Adapun saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut :
a.       Bagi Institusi
Perlu penambahan dan penempatan tenaga gizi di setiap ruangan perawatan untuk dapat memberikan tindakan asuhan gizi yang terstandar kepada pasien sehingga pasien bisa mendapatkan penanganan dalam hal nutrisi tidak hanya penanganan medis.
b.      Bagi pasien
Diharapkan untuk mengkonsumsi makanan seimbang sesuai kebutuhan dan mematuhi diit yang telah diberikan untuk mencapai status gizi yang optimal.
c.       Bagi keluarga
Diharapkan tetap memberikan perhatian dan motivasi kepada pasien untuk selalu mematuhi diit yang telah diberikan.











DAFTAR PUSTAKA
-            Anonim, 2011. Prevalensi Malnutrisi di Indonesia. http://www.unhas.ac.id, diakses tanggal 26-2-2013.
-            Anonim, 2009. Malnutrisi.http://dokterblog.wordpress.com, diakses tanggal 26-2-2013.
-            Krisyantono. R, 2007. Riset Komunikasi. Kencana. Jakarta.
-            Notoatmodjo, 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Rineka Cipta. Jakarta.
-            Price. A Sylvia, Wilson. L.M, 2006. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit edisi 6. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
-            Knight . F John. Dr  , 2000 . Jantung Kuat Bernapas Lega.Penerbit Indonesia Publishing House . Bandung
-            Penuntun diet edisi baru , Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama . Jakarta