BAB I
PEMBAHASAN
I.
ALASAN MEMPELAJARI
ETIKA
1.
Pengertian
Etika
Kata etika merupakan bentuk jamak
dari “etos” atau Ta Etha yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti
adat-kebiasaan. Istilah etika berarti pemikiran kritis rasional tentang
ajaran moral. Lebih jauh etika didefinisikan sebagai system moral yakni
system nilai dan system norma ( values and norms ) yang dianut oleh sekelompok
manusia sebagai pegangan dalam mengatur atau mengarahakan dan menilai tingkah
laku anggotanya maupun seluruh anggota kelompok. Jadi ketika berbicara tentang
etika tidak terlepas dari moralitas sebagai bahan pemikiran kritis. Sikap
dan tindakan yang dilakukan oleh manusia di muka bumi ini selalu dilihat dari
segi moralitas kemudian dikritisi dengan pemikiran-pemikiran dari etika. Namun
perlu diingat bahwa etika bukan sumber tambahan moralitas melainkan merupakan
filsafat yang merefleksikan ajaran-ajaran moral.
2.
Etika yang
merupakan filsafat yang merefleksikan ajaran-ajaran moral mempunyai empat ciri
khas pemikiran kritis yakni:
ü
Rasional berarti mendasarkan diri
pada nalar, pada argumentasi yang tersedia untuk dipersoalkan tanpa
kekecualian.
ü
Kritis berarti filsafat ingin
mengerti sebuah masalah sampai keakar-akarnya. Pada pengertian ini pemikiran
kritis filsafat tidak menginginkan sebuah pengertian yang dangkal, tetapi
selalu ditanya dan terus bertanya sampai mendapat suatu jawaban yang
pasti.
ü
Sistematis adalah ciri khas dari
pemikiran ilmiah. Pemeriksaan yang rasional,kritis dan mendasar diadakan
langkah demi langkah (step by step) secara teratur.dengan ini pemikiran
filsafat dapat mencapai puncak kepenuhannya.
ü
Normatif berarti pemikiran filsafat
tidak sekedar melaporkan pandangan-pandangan moral,melainkan menyelidiki
bagaimana pandangan moral yang seharusnya.
ü
Etika pada penjelasan ini
dimaksudkan pemikiran yang kritis,mendasar,dan sistematis tentang
ajaran-ajaran moral.Etika mau mempertanyakan kenapa kita harus mengikuti
moralitas tertentu, atau kenapa kita harus mengambil suatu sikap ya ng
bertanggung jawab ber hadapan dengan berbagai macam problem moralitas.
3.
Fungsi
Etika
Etika dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara sangat diperlukan. Namun hal ini perlu diketahui bahwa etika tidak
langsung membuat seorang manusia menjadi lebih baik, tetapi etika dengan
pemikiran kritisnya mencoba meluruskan suatu pandangan moralitas yang keliru,
yang mungkin dalam kehidupan bermasyarakat meresahkan banyak orang. Etika cuma
mau menimbulkan suatu pemikiran yang kritis yakni dengan berargumentasi secara
rasional dan kritis ketika berhadapan dengan persoalan moralitas yang
membingungkan. Untuk apa manusia memerlukan oriuentasi etis ini? manusia
memerlukan hal ini untuk mengambil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme
moral yang merupakan ciri khas zaman kita sekarang.
Ada tiga alasan mengapa pluralisme
moral semakin mencolok:
- Pandangan moral yang berbeda-beda karena masyarakat indonesia yang mempunyai suku, budaya serta agama yang berbeda-beda dan hidup berdampingan antara satu dengan yang lain.
- Modernisasi membawa perubahan yang besar dalam struktur dan nilai masyarakat yang akibatnya menantang pandangan moral tradisional.
- Pelbagai ideologi yang menawarkan diri sebagai penuntun kehidupan, masing-masing dengan ajarannya sendiri tentang bagaimana manusia harus hidup.
Manusia memerlukan sarana orientasi agar tidak membingungkan
atau ikut arus dalam menghadapi berbagai macam pluralisme ini.
4.
Tiga
Pendekatan Etika
1.
Etika Deskriptif
Pendekatan dalam etika hendak menggambarkan perbuatan dari
berbagai macam tradisi, kebiasaan dan kebudayaan. Pendekatan dalam etika ini
lebih mencari tahu bagaimana berbagai tradisi yang mempersoalkan suatu masalah
yang sama. Oleh karena itu pendekatan ini tidak menjustifikasi suatu kebudayaan
yang ada. Pendekatan ini lebih bersifat mengkomparatifkan perbedaan cara
masyarakat menjawab pertanyaan moral. Etika ini lebih populer dalam kajian
sosiologi dan antropologi karena sifatnya yang memnjustifikasi sistim moral
suatu kebudayaan.
2.
Etika Normatif.
Etika ini mengkaji moralitas yang ada sekaligus menjustifikasi.
Ia mencari tahu apa yang dimaksud dengan yang baik dan yang buruk dan bagaimana
mengetahuinya.
3.
Metaetika
Pendekatan ini lebih menekankan bagaimana gagasan etika
berasal dan apa maknanya. Pendekatan ini lebih bersifat kebahasaan atau
pemaknaan atas segala ucapan moral.
5.
Manfaat
Belajar Etika Bagi Mahasiswa
a. Manfaat Umum
Adapun beberapa manfaat umum bagi mahasiswa ketika belajar etika:
ü Dapat menyelesaikan suatu masalah-masalah moralitas maupun
sosial lainnya yang membingungkan masyarakat dengan pemikiran yang sistematis
dan kritis.
ü Berusaha menggunakan nalar sebagai dasar pijak bukan dengan
perasaan yang akan merugikan banyak orang. Karena seorang mahasiswa
adalah seorang yang handal dengan ilmu pengetahuan bukan dengan fisik. Karena
itu berpikir dan bekerjalah dengan sistematis dan teratur ( step by step ).
ü Berusaha mengakui kesalahan dan mempertahankan kebenaran.
Jika salah katakan salah dan jika benar katakan benar serta jangan suka
memutarbalikan fakta.
ü Berusaha menyelidiki suatu masalah sampai ke akar-akarnya
bukan hanya ingin tahu tanpa
memperdulikan.
ü Menjadi seorang mahasiswa yang tahu membedakan mana yang
baik dan mana yang tidak baik agar senantiasa tidak termakan korupsi, kolusi,
dan nepotisme yang sedan marak-maraknya di bumi Indonesia umumnnya.
ü Menjadi seorang mahasiswa yang handal yang mampu menyuarakan suara kaum
yang tak mampu bersuara.
b. Manfaat Etika Bagi Pribadi
ü Agar mampu membedakan mana yang baik dan mana
yang tidak baik.
ü Agar sebagai seorang
mahasiswa mampu memiliki pemahaman yang kritis tentang moralitas dan mampu menerapkan
dalam bidang tertentu yang di miliki.
ü Agar mampu memiliki
pemikiran yang kritis, sistemtis dan teratur dalam mengatur proyek yang
dimiliki dengan tidak berbau negative.
ü Mampu mempertahankan mana yang baik dan berusaha memusnahkan
mana yang tidak baik, yang mungkin meresahkan masyarakat.
ü Mampu menyelesaikan berbagai macam masalah moralitas yang
ada dalam masyarakat. tidak hanya berkecimpung
dalam bidang keahlian tertentu yang merupakan bidang utamanya, tetapi berusaha
dengan pemikiran yang kritis menyelesaikan masalah-masalah moralitas yang
bergelut di tengah masyarakat.
6. Tujuan Mempelajari Etika
Etika sebagai pemikiran sistematis tentang moralitas tidak berpretensi untuk secara langsung dapat membuat manusia menjadi lebih baik. Dalam artinya sebagai ilu, etika sebenarnya tidak perlu dimiliki oleh setiap orang, walaupun setiap orang membutuhkan moralitas. Yang dihasilkan secara lanngsung dari etika bukanlah kebaikan, melainkan suatu pemhaman yang lebih mendasar dan kritis tentang yang dianggap baik dan buruk secara moral. oleh karena itu kita perlu mempelajari Etika yang bertujuan :
- untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruknya preilaku atau tindakan manusia dalam ruang dan waktu tertentu.
- Mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang harmonis, tertib, teratur, damai dan sejahtera.
- Mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom.
- Untuk mempersoalkan norma yang dianggap berlaku. Diselidikinya apakah dasar suatu norma itu dan apakah dasar itu membenarkan ketaatan yang dituntut oleh norma itu terhadap norma yang dapat berlaku
- Etika mengajukan pertanyaan tentang legitimasinya, artinya norma yang tidak dapat mempertahankan diri dari pertanyaan kritis dengan sendirinya akan kehilangan haknya Etika mempersolakan pula hak setiap lembaga seperti orangtua, sekolah, negara dan agama untuk memberikan perintah atau larangan yang harus ditaati
- Etika dapat mengantarkan manusia, pada sifat kritis dan rasional
- Etika memberikan bekal kepada manusia untuk mengambil sikap yang rasional terhadap semua norma
- Etika menjadi alat pemikiran yang rasional dan bertanggung jawab bagi seorang ahli dan bagi siapa saja yang tidak mau diombang ambingkan oleh norma-norma yang ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar