Minggu, 19 Januari 2014

Alasan mempelajari etika


BAB I
PEMBAHASAN
I.                   ALASAN MEMPELAJARI ETIKA

1.      Pengertian Etika

Kata etika merupakan bentuk jamak dari “etos” atau Ta Etha yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti adat-kebiasaan. Istilah etika berarti pemikiran kritis rasional  tentang ajaran moral. Lebih jauh etika didefinisikan sebagai system moral  yakni system nilai dan system norma ( values and norms ) yang dianut oleh sekelompok manusia sebagai pegangan dalam mengatur atau mengarahakan dan menilai tingkah laku anggotanya maupun seluruh anggota kelompok. Jadi ketika berbicara tentang etika tidak terlepas dari moralitas  sebagai bahan pemikiran kritis. Sikap dan tindakan yang dilakukan oleh manusia di muka bumi ini selalu dilihat dari segi moralitas kemudian dikritisi dengan pemikiran-pemikiran dari etika. Namun perlu diingat bahwa etika bukan sumber tambahan moralitas melainkan merupakan filsafat yang merefleksikan ajaran-ajaran moral.

2.      Etika yang merupakan filsafat yang merefleksikan ajaran-ajaran moral mempunyai empat ciri khas pemikiran kritis yakni:

ü  Rasional berarti mendasarkan diri pada nalar, pada argumentasi yang tersedia untuk dipersoalkan tanpa kekecualian.
ü  Kritis berarti filsafat ingin mengerti sebuah masalah sampai keakar-akarnya. Pada pengertian ini pemikiran kritis filsafat tidak menginginkan sebuah pengertian yang dangkal, tetapi selalu ditanya dan terus  bertanya sampai mendapat suatu jawaban yang pasti.
ü  Sistematis adalah ciri khas dari pemikiran ilmiah. Pemeriksaan yang rasional,kritis dan mendasar diadakan langkah demi langkah (step by step) secara teratur.dengan ini pemikiran filsafat dapat mencapai puncak kepenuhannya.
ü  Normatif berarti pemikiran filsafat tidak sekedar melaporkan pandangan-pandangan moral,melainkan menyelidiki bagaimana pandangan moral yang seharusnya.
ü  Etika pada penjelasan ini dimaksudkan pemikiran  yang kritis,mendasar,dan sistematis tentang ajaran-ajaran moral.Etika mau mempertanyakan kenapa kita harus mengikuti moralitas tertentu, atau kenapa kita harus mengambil suatu sikap ya ng bertanggung jawab ber hadapan dengan berbagai macam problem moralitas.

3.      Fungsi Etika

Etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangat diperlukan. Namun hal ini perlu diketahui bahwa etika tidak langsung membuat seorang manusia menjadi lebih baik, tetapi etika dengan pemikiran kritisnya mencoba meluruskan suatu pandangan moralitas yang keliru, yang mungkin dalam kehidupan bermasyarakat meresahkan banyak orang. Etika cuma mau menimbulkan suatu pemikiran yang kritis yakni dengan berargumentasi secara rasional dan kritis ketika berhadapan dengan persoalan moralitas yang membingungkan. Untuk apa manusia memerlukan oriuentasi etis ini? manusia memerlukan hal ini untuk mengambil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme moral yang merupakan ciri khas zaman kita sekarang.



Ada tiga alasan mengapa pluralisme moral semakin mencolok:
  1. Pandangan moral yang berbeda-beda karena masyarakat indonesia yang mempunyai suku, budaya serta agama yang berbeda-beda dan hidup berdampingan antara satu dengan yang lain.
  2. Modernisasi membawa perubahan yang besar dalam struktur dan nilai masyarakat yang akibatnya menantang pandangan moral tradisional.
  3. Pelbagai ideologi yang menawarkan diri sebagai penuntun kehidupan, masing-masing dengan ajarannya sendiri tentang bagaimana manusia harus hidup.
Manusia memerlukan sarana orientasi agar tidak membingungkan atau ikut arus dalam menghadapi berbagai macam pluralisme ini.

4.      Tiga Pendekatan Etika

1.      Etika Deskriptif
Pendekatan dalam etika hendak menggambarkan perbuatan dari berbagai macam tradisi, kebiasaan dan kebudayaan. Pendekatan dalam etika ini lebih mencari tahu bagaimana berbagai tradisi yang mempersoalkan suatu masalah yang sama. Oleh karena itu pendekatan ini tidak menjustifikasi suatu kebudayaan yang ada. Pendekatan ini lebih bersifat mengkomparatifkan perbedaan cara masyarakat menjawab pertanyaan moral. Etika ini lebih populer dalam kajian sosiologi dan antropologi karena sifatnya yang memnjustifikasi sistim moral suatu kebudayaan.

2.      Etika Normatif.
Etika ini mengkaji moralitas yang ada sekaligus menjustifikasi. Ia mencari tahu apa yang dimaksud dengan yang baik dan yang buruk dan bagaimana mengetahuinya.
3.      Metaetika
Pendekatan ini lebih menekankan bagaimana gagasan etika berasal dan apa maknanya. Pendekatan ini lebih bersifat kebahasaan atau pemaknaan atas segala ucapan moral.

5.      Manfaat Belajar Etika Bagi Mahasiswa

a.      Manfaat Umum
                         
Adapun beberapa manfaat umum bagi mahasiswa  ketika belajar etika:

ü  Dapat menyelesaikan suatu masalah-masalah moralitas maupun sosial lainnya yang membingungkan masyarakat dengan pemikiran yang sistematis dan kritis.
ü  Berusaha menggunakan nalar sebagai dasar pijak bukan dengan perasaan yang akan merugikan banyak orang. Karena seorang mahasiswa  adalah seorang yang handal dengan ilmu pengetahuan bukan dengan fisik. Karena itu berpikir dan bekerjalah dengan sistematis dan teratur ( step by step ).
ü  Berusaha mengakui kesalahan dan mempertahankan kebenaran. Jika salah katakan salah dan jika benar katakan benar serta jangan suka memutarbalikan fakta.
ü  Berusaha menyelidiki suatu masalah sampai ke akar-akarnya bukan        hanya ingin tahu tanpa memperdulikan.
ü  Menjadi seorang mahasiswa yang tahu membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik agar senantiasa tidak termakan korupsi, kolusi, dan nepotisme yang sedan marak-maraknya di bumi Indonesia umumnnya.
ü  Menjadi seorang mahasiswa  yang handal yang mampu menyuarakan suara kaum yang tak mampu bersuara.

b.      Manfaat Etika Bagi Pribadi

ü  Agar mampu membedakan mana yang baik dan mana     yang tidak baik.
ü  Agar  sebagai seorang mahasiswa mampu memiliki pemahaman yang kritis tentang moralitas dan mampu menerapkan dalam bidang tertentu yang di miliki.
ü  Agar  mampu memiliki pemikiran yang kritis, sistemtis dan teratur dalam mengatur proyek yang dimiliki dengan tidak berbau negative.
ü  Mampu mempertahankan mana yang baik dan berusaha memusnahkan mana yang tidak baik, yang mungkin meresahkan masyarakat.
ü  Mampu menyelesaikan berbagai macam masalah moralitas yang ada dalam masyarakat.  tidak hanya berkecimpung dalam bidang keahlian tertentu yang merupakan bidang utamanya, tetapi berusaha dengan pemikiran yang kritis menyelesaikan masalah-masalah moralitas yang bergelut di tengah masyarakat.

6.      Tujuan Mempelajari Etika

Etika sebagai pemikiran sistematis tentang moralitas tidak berpretensi untuk secara langsung dapat membuat manusia menjadi lebih baik. Dalam artinya sebagai ilu, etika sebenarnya tidak perlu dimiliki oleh setiap orang, walaupun setiap orang membutuhkan moralitas. Yang dihasilkan secara lanngsung dari etika bukanlah kebaikan, melainkan suatu pemhaman yang lebih mendasar dan kritis tentang yang dianggap baik dan buruk secara moral. oleh karena itu kita perlu mempelajari Etika yang bertujuan :


  1. untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruknya preilaku atau tindakan manusia dalam ruang dan waktu tertentu.
  2. Mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang harmonis, tertib, teratur, damai dan sejahtera.
  3.  Mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom.

  1. Untuk mempersoalkan norma yang dianggap berlaku. Diselidikinya apakah dasar suatu norma itu dan apakah dasar itu membenarkan ketaatan yang dituntut oleh norma itu terhadap norma yang dapat berlaku

  1. Etika mengajukan pertanyaan tentang legitimasinya, artinya norma yang tidak dapat mempertahankan diri dari pertanyaan kritis dengan sendirinya akan kehilangan haknya Etika mempersolakan pula hak setiap lembaga seperti orangtua, sekolah, negara dan agama untuk memberikan perintah atau larangan yang harus ditaati

  1. Etika dapat mengantarkan manusia, pada sifat kritis dan rasional

  1. Etika memberikan bekal kepada manusia untuk mengambil sikap yang rasional terhadap semua norma

  1. Etika menjadi alat pemikiran yang rasional dan bertanggung jawab bagi seorang ahli dan bagi siapa saja yang tidak mau diombang ambingkan oleh norma-norma yang ada.


















Tidak ada komentar: